Berhasil Hamil

SAYA BERHASIL HAMIL melalui proses Bayi Tabung di RS ABDI WALUYO dengan Dr. Karel dan team..
Saat ini kami adalah pasangan yang sudah menikah 7 tahun dengan usia suami 32th dan istri 32th, tanpa pernah mengalami kehamilan. Sudah dilakukan terapi sejak awal menikah (>1 thn), 2 kali inseminasi di BIC Morula (dengan Dr.Indra), 1x Laparoskopi (waktu itu dengan Dr.Indra untuk melihat/mengecek “ada masalah apa sih”?”). Namun masalah oleh dokter dianggap Unexplained Infertility, walopun 10thn lalu saya pernah mengalami Endometrosis, namun sudah di tidak dideteksi lagi. Namun 3 thn terakhir dari pihak suami mengalami penurunan terus menerus, sampai di akhir th 2014 dibilang dokter suami kena OligoTeratozoosperma, dengan posisi yang normal hanya 3%.

Karena kami sama2 anak satu2nya yang sudah menikah, jadi bisa dibilang kehadiran cucu sangat di tunggu oleh orang tua kedua belah pihak. Jadi apakah kalian bisa bayangkan seperti apa perasaan kami semua saat dinyatakan “HAMIL” ? … …

Buatku pribadi rasanya seperti mimpi & sulit percaya. Apalagi kehamilan ini , dilalui tanpa morning sickness ataupun acara ngidam ^^… setiap bangun tidur, yang aku lakukan meraba perut sendiri… ooo besaaar 🙂 … Dan di bulan ke-9 ini hamper kelahiran masih terbengong-bengong liat layar USG setiap pemeriksaan … hehehehe. Dan suka parno sendiri dalam kehamilan ini, termasuk gak berani share di blogku ini.

Jadi mohon maaf ,…. kalo kami baru berani woro2 di blog ini menjelang kelahiran si dekbay…. HPL saya 3 Desember 2015, dan karena SOP dari Bayi Tabung di haruskan kelahiran melalui Operasi Caesar maka kami memilih tanggal 25 November (hamil week 39) ini sebagai hari istimewa ini.

Dan hari ini baru saya berani memposting tulisan2 ini di blog ini (**sudah jadi draft sejak awal hamil sebenarnya)

  

Advertisements

PENGOBATAN TRADISIONAL

Hampir 1 tahun tidak update apapun di blog ini, karena berbagai hal. Salah satunya karna sediih liat history postingan yang menceritakan banyak kegagalan 😦

Tapi sebenarnya kawan, di dunia offline kami tetap TTC, kami tetap berusaha dan saya tetap menangis saat mengalami kegagalan. Yes.. We not reach our dreams yet!

Selama 1 tahun ini ( September 2013 – Maret 2014) kami mencoba cara2 tradisional.

Dan saya akan membagi informasi yang saya bisa share :

  1. Pijat tradisional , pijat ini harus dilakukan orang professional (P E N T I N G) , tidak ada sertifikat namun perlu di gali dari informasi sekitarnya bahwa memang beliau memang kompeten melakukan hal2 tersebut.  Orang2 ini banyak ada di Jawa Tengah dan banyak sudah usia sepuh (aka tua) bbrp dari mereka terkenal sebagai “dukun bayi” juga… ingat dukun disini bukan klenik ya… Pijat dilakukan di area perut (bagian bawah dan samping) secara pelan2 dan tidak menimbulkan sakit. Mereka2 yang ahli dapat mengukur kesuburan kita, letak telur di kanan atau kiri dsb.
  2. Obat2 tradisional, ini di ramu oleh orang yang berkompeten dan benar2 dari bahan alami (tanpa pengawet)
  3. Akupuntur, di lakukan bisa oleh sin-she atau dokter. Saat ini sudah banyak dokter yang belajar akupuntur dan membuka praktek akupuntur. Ini cocok untuk bbrp orang yang tidak yakin hal2 yang tradisional

 

Untuk mencoba hal2 yang tradisional, pastikan kelayakannya , itu yang terpenting!!

Dan karena ini belum berhasil juga akhirnya kami kembali ke medis…

TTC : Laparoskopi

Lama gak update tentang usaha TCC-ku 😀

Minggu lalu saya menjalani operasi LO (Laparoskopi)…. Kenapa ?

Ini bagian dari TCC-ku, setelah sekian lama tidak pernah sekalipun hamil dan setelah dilakukan Inseminasi IUI 2x, dan masih tidak berhasil. Padahaalll… semua hasil Lab dan lain2 normal. Dokter menyarankan untuk LO sebelum ke step bayi tabung.

SO easy ? …..NOT… It’s takes 1 year before I do what Docter said.

Aku berdoa untuk Tuhan tunjukan langkah apa yang harus aku lakukan, karena LO-pun hanya saran “melihat” ada apa di dalam sono?

Dan Tuhan menunjukan bahwa memang harus operasi. Dan kami memutuskan operasi di RSIA Bunda menteng Jakarta, agar langsung dilakukan oleh Dr yang menyarankan Dr. Indra NC Anwar SpOG.

Operasi dilakukan 21 Mei 2013 09:00 WIB,

Persiapan :

  1. Mulai H-2 disarankan mengurangi/menghindari konsumsi makanan berserat (buah2an dan sayur2an atw daging), jadi makan bubur kecap, dan telur aja
  2. H-1 daftar di RS Inap.. pilih kelas dll, ini aku lakukan sekitar jam 5 sore, langsung diambil darah untuk prosedur standar persiapan operasi, dll. Juga pada hari yang sama ada interview dengan kepala perawat operasi, ttg history kesehatan, alergi obat2an dan bbrp tandatangan persetujuan operasi.Di sini masih bisa ha-ha-he-he

    Bersama Ibu Mertua

    Bersama Ibu Mertua

  3. Mulai puasa 8 jam sebelum jam operasi (puasa Total Makan&Minum). Usahakan istirahat secukupnya ya, biar badan fit.
  4. Pada pagi hari, mandi bersih (gak tau kapan lagi bisa mandi sendiri :p), kemudian 1 jam sebelum operasi dibawa dari kamar inap ke ruang operasi (sudah memakai baju operasi yg kayak kimono, tanpa pake dalaman apapun)

    IMG_2497

    Baju Operasi-nya “Batik”

  5. Masuk ke ruang persiapan operasi, boleh ditemani suami, dan mulai di infus. Ruang persiapan operasi spt ini :

    Kamar Persiapan Operasi

    Kamar Persiapan Operasi

Operasi :

Sayangnya gak boleh potret2 disini 😦 , padahal ruang operasinya kereeen lhoo, ada kayak lampu2 syuting, disini baru ktemu dengan dokter Indra (dokter yg handle aku), kemudian disuruh berbaring di kursi kecil (spt kursi di dokter kandungan, ada tempat kakiny, tp lebih sempit), disini udah berkumpul dokter Indra, kemudian 1 lg asisten dokter Indra, SpOG juga, dokter anestasi dan para perawat. Nah setelah ini aku gbs cerita krn udah fly duluan, cuman bertahan 5 menit sadar diruangan ini. (Bangun2 sudah ada di ruangan observasi).

Tp cerita suami, sekitar jam 11 dia dipanggil ke dalam, dan di tunjukan bbrp temuan dokter. Operasi selesai jam 12:00 WIB

Pasca Operasi :

Terbangun di bangunan suster yang panggil2 dan sudah di ruangan observasi, kemudian masih dalam pengaruh obat bius, samar liat suami, Ibu menjenguk satu persatu. Rasanya ? Ngantukk… gak berasa apa2, gak boleh bangun dan banyak gerak, kata suster takut Muntah & pusing (normal pasca operasi spt ini)

Sekitar jam 4 sore, Puji Tuhan semua normal (saya masih fly), dan dipindahkan dari ruang observasi ke ruang rawat inap.Dan setelah diperiksa sudah ada bunyi perut (pake stetoskop) dokter bilang sudah boleh minum &makan bubur. (Gak perlu tunggu kentut :p Inilah canggihnya jaman skrg 😀

Jadi saya melalui semuanya tanpa anomali apapun, hanya ternyata tubuhku sangat sensitif dengan obat jadi efek obat bius baru hilang sepenuhnya hari Jumat :p (3 hr fly)

Hari Rabu, 22 Mei 2013 siang hari sudah diperbolehkan pulang.. Horeeey…

Jadi Temuan dokter adalah :

  1. Ada miom seukuran 1-2 cm 2 buah, tapi ini tidak menghalangi pembuahan karena baru muncul dan posisinya bukan di jalur pembuahan
  2. Ada endometrosis tersebar dan level.2. Kenapa ini tidak tertangkap USG ? Ini yang masih jadi pertanyaan 😦
  3. Ada pelengketan di Indung telur kanan dan kiri.

Kemungkinan yang menghambat kehamilan menurut temuan dokter ada di no.2 & 3.  And I just say “Thanks JC, it’s founded”, selama 5 tahunn lebih kami bertanya2 dan ditemukan masalah ini membuat kami bersyukur, karena dokter sudah berusaha membersihkan semuannya. Dan saat ini saya menjalani terapi suntik Androlyn untuk mentutaskan endometrosis selama3 bulan, baru setelahnya kami bisa memulai program kembali.

Ditengah segala-galanya, saya bersyukur dukungan keluarga besar, orang tua, mertua yang sangat memperhatikan tanpa menuntut sedikitpun. Thanks all, You’re gift form GOD 🙂