PENGOBATAN TRADISIONAL

Hampir 1 tahun tidak update apapun di blog ini, karena berbagai hal. Salah satunya karna sediih liat history postingan yang menceritakan banyak kegagalan 😦

Tapi sebenarnya kawan, di dunia offline kami tetap TTC, kami tetap berusaha dan saya tetap menangis saat mengalami kegagalan. Yes.. We not reach our dreams yet!

Selama 1 tahun ini ( September 2013 – Maret 2014) kami mencoba cara2 tradisional.

Dan saya akan membagi informasi yang saya bisa share :

  1. Pijat tradisional , pijat ini harus dilakukan orang professional (P E N T I N G) , tidak ada sertifikat namun perlu di gali dari informasi sekitarnya bahwa memang beliau memang kompeten melakukan hal2 tersebut.  Orang2 ini banyak ada di Jawa Tengah dan banyak sudah usia sepuh (aka tua) bbrp dari mereka terkenal sebagai “dukun bayi” juga… ingat dukun disini bukan klenik ya… Pijat dilakukan di area perut (bagian bawah dan samping) secara pelan2 dan tidak menimbulkan sakit. Mereka2 yang ahli dapat mengukur kesuburan kita, letak telur di kanan atau kiri dsb.
  2. Obat2 tradisional, ini di ramu oleh orang yang berkompeten dan benar2 dari bahan alami (tanpa pengawet)
  3. Akupuntur, di lakukan bisa oleh sin-she atau dokter. Saat ini sudah banyak dokter yang belajar akupuntur dan membuka praktek akupuntur. Ini cocok untuk bbrp orang yang tidak yakin hal2 yang tradisional

 

Untuk mencoba hal2 yang tradisional, pastikan kelayakannya , itu yang terpenting!!

Dan karena ini belum berhasil juga akhirnya kami kembali ke medis…

TTC : Laparoskopi

Lama gak update tentang usaha TCC-ku 😀

Minggu lalu saya menjalani operasi LO (Laparoskopi)…. Kenapa ?

Ini bagian dari TCC-ku, setelah sekian lama tidak pernah sekalipun hamil dan setelah dilakukan Inseminasi IUI 2x, dan masih tidak berhasil. Padahaalll… semua hasil Lab dan lain2 normal. Dokter menyarankan untuk LO sebelum ke step bayi tabung.

SO easy ? …..NOT… It’s takes 1 year before I do what Docter said.

Aku berdoa untuk Tuhan tunjukan langkah apa yang harus aku lakukan, karena LO-pun hanya saran “melihat” ada apa di dalam sono?

Dan Tuhan menunjukan bahwa memang harus operasi. Dan kami memutuskan operasi di RSIA Bunda menteng Jakarta, agar langsung dilakukan oleh Dr yang menyarankan Dr. Indra NC Anwar SpOG.

Operasi dilakukan 21 Mei 2013 09:00 WIB,

Persiapan :

  1. Mulai H-2 disarankan mengurangi/menghindari konsumsi makanan berserat (buah2an dan sayur2an atw daging), jadi makan bubur kecap, dan telur aja
  2. H-1 daftar di RS Inap.. pilih kelas dll, ini aku lakukan sekitar jam 5 sore, langsung diambil darah untuk prosedur standar persiapan operasi, dll. Juga pada hari yang sama ada interview dengan kepala perawat operasi, ttg history kesehatan, alergi obat2an dan bbrp tandatangan persetujuan operasi.Di sini masih bisa ha-ha-he-he

    Bersama Ibu Mertua

    Bersama Ibu Mertua

  3. Mulai puasa 8 jam sebelum jam operasi (puasa Total Makan&Minum). Usahakan istirahat secukupnya ya, biar badan fit.
  4. Pada pagi hari, mandi bersih (gak tau kapan lagi bisa mandi sendiri :p), kemudian 1 jam sebelum operasi dibawa dari kamar inap ke ruang operasi (sudah memakai baju operasi yg kayak kimono, tanpa pake dalaman apapun)

    IMG_2497

    Baju Operasi-nya “Batik”

  5. Masuk ke ruang persiapan operasi, boleh ditemani suami, dan mulai di infus. Ruang persiapan operasi spt ini :

    Kamar Persiapan Operasi

    Kamar Persiapan Operasi

Operasi :

Sayangnya gak boleh potret2 disini 😦 , padahal ruang operasinya kereeen lhoo, ada kayak lampu2 syuting, disini baru ktemu dengan dokter Indra (dokter yg handle aku), kemudian disuruh berbaring di kursi kecil (spt kursi di dokter kandungan, ada tempat kakiny, tp lebih sempit), disini udah berkumpul dokter Indra, kemudian 1 lg asisten dokter Indra, SpOG juga, dokter anestasi dan para perawat. Nah setelah ini aku gbs cerita krn udah fly duluan, cuman bertahan 5 menit sadar diruangan ini. (Bangun2 sudah ada di ruangan observasi).

Tp cerita suami, sekitar jam 11 dia dipanggil ke dalam, dan di tunjukan bbrp temuan dokter. Operasi selesai jam 12:00 WIB

Pasca Operasi :

Terbangun di bangunan suster yang panggil2 dan sudah di ruangan observasi, kemudian masih dalam pengaruh obat bius, samar liat suami, Ibu menjenguk satu persatu. Rasanya ? Ngantukk… gak berasa apa2, gak boleh bangun dan banyak gerak, kata suster takut Muntah & pusing (normal pasca operasi spt ini)

Sekitar jam 4 sore, Puji Tuhan semua normal (saya masih fly), dan dipindahkan dari ruang observasi ke ruang rawat inap.Dan setelah diperiksa sudah ada bunyi perut (pake stetoskop) dokter bilang sudah boleh minum &makan bubur. (Gak perlu tunggu kentut :p Inilah canggihnya jaman skrg 😀

Jadi saya melalui semuanya tanpa anomali apapun, hanya ternyata tubuhku sangat sensitif dengan obat jadi efek obat bius baru hilang sepenuhnya hari Jumat :p (3 hr fly)

Hari Rabu, 22 Mei 2013 siang hari sudah diperbolehkan pulang.. Horeeey…

Jadi Temuan dokter adalah :

  1. Ada miom seukuran 1-2 cm 2 buah, tapi ini tidak menghalangi pembuahan karena baru muncul dan posisinya bukan di jalur pembuahan
  2. Ada endometrosis tersebar dan level.2. Kenapa ini tidak tertangkap USG ? Ini yang masih jadi pertanyaan 😦
  3. Ada pelengketan di Indung telur kanan dan kiri.

Kemungkinan yang menghambat kehamilan menurut temuan dokter ada di no.2 & 3.  And I just say “Thanks JC, it’s founded”, selama 5 tahunn lebih kami bertanya2 dan ditemukan masalah ini membuat kami bersyukur, karena dokter sudah berusaha membersihkan semuannya. Dan saat ini saya menjalani terapi suntik Androlyn untuk mentutaskan endometrosis selama3 bulan, baru setelahnya kami bisa memulai program kembali.

Ditengah segala-galanya, saya bersyukur dukungan keluarga besar, orang tua, mertua yang sangat memperhatikan tanpa menuntut sedikitpun. Thanks all, You’re gift form GOD 🙂

Rumah itu Jodoh

Dear readers,

Lama banget aku udah gak nulis, salah satu sebabnya karena sibuk di dunia offline, jadi lupa dunia yang satu ini.. so sorry

Banyak hal yang kami sudah rubah, kami sudah mulai pindah ke BSD (Serpong) Senin-Jumat … ceritanya panjang. Dan masih menempati rumah di Jatiasih Sabtu-Minggu… keliatannya pusing kan? well.. it’s better for us, and we enjoy it. Dan pada akhirnya kami harus mencari rumah kedua.

6 bulan terakhir ini kami mencari rumah di BSD, yang mana terpaksa kami lakukan karena pertimbangan menghemat tenaga dan waktu. (Saat ini kami nebeng di rumah tante… gratisss.. hehehe)

Ternyata mencari rumah itu bener2 jodoh, gak bisa hanya perhitungan matematis. Feeling harus bener2 dipakai.

Kami sampai sudah tahap booking fee tapi ternyata gagal, hanguslaah sudah. Sebenarnya yang kami cari gak muluk2 kok. cukup cari rumah yang lingkungan nyaman, tanah >100m-120m dan murah.. Yup .. kata terakhir itu yang mempersulit pencarian kami. Kondisi BSD saat ini GILA.. dan benar2 GILA soal harga.

Dengan Budget <=600 jt, hanya tersedia rumah dengan tanah <80m2, dan bangunan mini pidi vini…. itu untuk area BSD!! Banyakan pas feeling sudah ok, harga not ok. Pas harga ok then feeling NOK.

Sebenarnya ini kali kedua kami cari rumah, it’s far2 away diferrent dari our first home… my first home is beres dalam waktu 2 bulan(dr pencarian), dan hati senang, Andaikan rumahku bisa di angkut pindah (bisakaaahh??)

Dan saat ini kami sudah mendapatkan rumah yang sesuai kriteria kami, tapi sedikit ngesot dari BSD… Honestly di hati gak terlalu sreg, kami lebih memikirkan nilai investasi yang menjanjikan dan kedepannya akan baguss… Tapi kami berusaha membuat feeling like home. Akan kami tulis di edis terpisah…

Anyway dalam mencari rumah ada bbrp pertimbangan penting (urutan prioritasnya tergantung kepentingan user)

  1. Range budget (Harga)
  2. Lokasi ( dekat keluarga/dekat kantor), atau dekat fasilitas umum. Terkadang dekat dengan saudara/ortu itu jd pertimbangan yg penting. Lihat mobilitas terbanyak.
  3. Feeling ( jangan sepele-kan, ini faktor penting)
  4. Luas tanah, sesuai kebutuhan, Jumlah kamar. Lebih baik jika membeli rumah langsung besar dari developer. Karena biaya renovasi sangat tinggi, lebih murah per-m2 kalau beli dari developer karena pihak kontraktor memberikan harga dalam jumlah grosir
  5. Pilihan security, system cluster atau tidak
  6. Apakah dekat dengan pasar/tukang sayur…Tiap hari masak khan? diusahakan selalu segar menjadikan ini pertimbangan penting
  7. Lihat fasilitas sekolah anak terdekat dan kualitas sekolahnya (bagi keluarga muda)
  8. Transportasi, jika tidak ada kendaraan pribadi untuk masing2 anggota keluarga ituu pentinggg
  9. Jika rumah baru, lihat track record developer, jangan sampai krn murah jd tutup mata, banyak kejadian gagal bangun, dll.
  10. Jika rumah second, perhitungan pembagian biaya notaris, pajak dll. Perlu dilihat apakah perlu renovasi. FYA biaya renov tinggi sekalee buuk. Oia status rumah dan bangunan juga perlu di perhatikan, apakah pemilih rumah tsb suami istri atau tidak, cerai tidak, krn dibutuhkan ttd 2 orang (suami-istri) untuk AJB. Juga harus super hati2 dengan tanah waris.

Demikian tip2 dari kami, semoga membantu yang ingin punya rumah

Memilih teman ?

Terusik dan terpikirkan teruss

Sore 2 hari yang lalu di depan lobby kantor saat mau pulang kantor. Kami ada 4 cewek disitu menggerombol. Entah ada angin apa, tiba-tiba salah satunya ngomong “Aku tuh paling sebel dan gak mau temenan ama cewe!!, paling enak itu sama cowo enak diajak jalan” (yang mendengar adalah 3 orang teman perempuannya, salah satunya akuu) . Sedikit terhenyak, kupikir(catat:pikirankusendiri) selama ini mba itu sudah aku anggap teman, and no problem happen kok.

Memang cewe ini selama ini aku liat banyak gaul ama para lelaki.. well di kami itu wajar, lha di divisi teknik,banyakan mmg laki2 kok. Tapiii karena kebanyakan laki2 dan sedikit cewe itulah yang bikin cewe2 jadi “merasa” deket satu sama lain antar cewe.

Saya gak mau berburuk sangka, mungkin dia pernah punya masalah dengan temen cewe-nya atau apalaah.

Tapi sebagai wanita yang punya banyak sahabat cewe maupun cowo, perlu aku tegasin , semua pertemanan ada ENAK dan TIDAK ENAKNYA. Bukan Baik atau buruk, karena menurutku semua pertemanan itu semua baik.

Punya temen cowo :

  • Gak terlalu menjaga perasaaan, karena rata2 cuek in the bebek ^^
  • Enak diajak jalan, catt : banyak sopir
  • Ada yang jaga kalo lagi pergian jauh
  • Hati2 jangan sampe kebawa perasaan karena bisa2 jadi selingkuh (apalagi kalo curhat2an mendalam)
  • Siap2 digossipin punya hub spesial

Teman Wanita :

  • Bisa diajak curhat dan sedikit bisa mengerti posisi sebagai perempuan
  • Aman tidak akan ada gossip macam2
  • Bisa diajak shopping without complaining
  • Harus berhati2 menjaga ucapan, kalo ada yang miss harus cepat2 di bereskan, karena…. ** dendam itu gampang berkobar tuaan
  • Bisa timbul kompetisi, saingan apapun itu (awal dari rasa iri para wanita)

Semua ada ENAK dan tidak ENAKnya… tapi jangan pemilih, karena kamu tidak akan tau yang mana teman yang akan menjadi teman sejatimu. Jangan pikirkan orang lain berikan/perlakukan orang lain(read: teman) padamu. Tapi pikirkan dan lakukan apa yang bisa kau berikan pada temanmu.

Percayalah Istilah : “Siapa yang menabur, dia yang akan menuai” itu benarr, asalkan punya hati yang tulus.

Hati hangat karna kawan

Mari berteman !!

Mencari Rumah

Dulu gak pernah kepikiran kalo kami bakalan punya rumah di tahun pertama pernikahan kami, bahkan mobil di tahun ke-3 . Sama sekali gak nyangka!

Dulu cari rumah pertama dengan pertimbangan memudahkan dalam perjalan ke kantor naik motor.. yup naik motor selama 2 tahun untuk 80 km pulangpergi.. sounds crazy? .. Yes, we did!

Setelah kami punya mobil, mulai merasakan jauhnya dan MACETnya … actually it’s more crazy !! Theen…. tiba2 di tahun 2011, kantorku pindah dari area Jakarta Selatan ke BSD (rumah – kantor 50km) !! … Ditambah tekanan dari banyak acara keluarga, yang entah kebetulan atau tidak mostly berada di BSD dan tanggerang.

Yup… akhirnya hidup kami seperti nenek moyang kita dengan metode lahan berpindah dan nomaden. Selasa-Kamis kami tinggal di BSD, Jumat-Senin tinggal di Jatiasih. Dimana koper sampe kucel karena keseringan dipakai 1 tahun terakhr ini. Kalo dia bisa ngomong dia bakalan ngomong “Hellowww… gue itu barang buat liburan, bukan seharihari,I’m Quit” …Hihihihihi

Back to the topic, Finnaly we decide to move, oke dan kami mulai cari kontrakan, tapiiii berhubung di BSD ada seorang tante yang janda dan tinggal sendirian di rumah yang cukup besar, menjadikan kami dimarahi seantero keluarga (yess, I hv big BIG Family yang erat)  “ya harus nemenin tante yang sendirian doonk!!”. Jujur maraaahh benerr… helooo, saya memang masih berdua, tapi saya sudah berkeluarga, mau gimanapun kondisinya kami lebih enjoy di rumah yang merupakan milik kami sendiri (aka.milik sementara atau seterusnya).

AKhirnya karena kami tidak diperbolehkan kontrak, dan kami hanya transit di rumah tante 1-2hari/seminggu.–> Maksud dari hidup nomaden

Dan dengan cucurah keringat dan airmata (leeebaaayy dikiit .. tp bener..).. kami memutuskan mencari rumah (untuk dibeli) di BSD. Daann itu tidak mudaaah temaans, harga rumah di BSD 2x dari rumah di Jatiasih!! Dan dengan keukeuhnya misua tidak mau menjual rumah pertama kami (maksudnya biar utangan kita gak banyak2 amat, sampe sekarang jadi dilema). Jadilah kami mencari rumah yang murah tapi memuaskan di BSD.. itu susahnya! Dengan seleraku yang meningkat, maunya yang tanah min 150m, cluster, deket dari tol dan stasiun, de el el.**meringiskecut** Jadilah gak nemu2 tuh rumah

Jadi 2 bulan ini yang kami lakukan adalah mencari rumah di BSD dengan sibuknya sampe gak sempet update blog…**alesaaann**… so.. kalo ada info rumah di BSD.. we’re waiting it much..

Pelajaran yang bisa diambil, mencari rumah tidak untuk keperluan 1-5 tahun, tapi lihatlah sampai 10-25 tahun ke depan. Jika berasal dari keluarga besar (**yang erat) , carilah rumah deket2 area keluarga saja ya…

Gusti mboten kurang jalaran

Lama gak nulis di blog ini … hemm 1,5 bulaan kutinggalan.. **nyegirkuda

Kenapa gak nulis? karena many things ada dipikiranku yang bikin stress **catat: gak dilakuin

Blog ini mostly nulis tentang hoping baby, but actually many things happen in my real life.

Finnaly after 6 years bekerja kantoran.

Di mulai pada bulan Mei 2012, aku sebenernya sudah mengajukan resign ke atasan karena 2 alasan :

  1. Kondisi pekerjaan setelah merger yang berbeda… psstt ni membuat kami sekarang jadi the biggest CDMA operator in Indonesia :p  dan proses promosi yang selama 2 tahun gak ada kejelasan. Kantor jauhnyaa… Jatiasih – BSD hampir 50km 😦
  2. Keinginan untuk mencoba beristirahat full time demi hoping baby. Saya merasa kami sudah mencoba banyak hal, tapi belum juga di beri momongan. Padahal menurut dokter tidak ada masalah yang berarti.

Pada bulan Mei itu di jawab oleh atasan agar bersabar karena proses promosi sedang berjalan dan juga mempersiap orang yang bisa menggantikan pekerjaanku. Memang pekerjaan yang aku handle adalah seorang specialist technical di BSS yang mana memang sedikit orang yang mengerti karena memang yang diperlukan sedikit orang saja.

Bulan July, tetap tidak ada perubahan yang berarti membuat aku bulat mengirim surat pengunduran diri ke HRD (atasan sudah merasa tidak bisa menggoyangkan keputusanku lagi), setelah surat di terima HR, langsung aku mengurus tetek bengek lain spt pengembalian seragam, ID card, terminate nomer kantor. Pokoknya no way back. Bahkan udah makan2 farawell party.

H-3 from my last day, tiba2 dipanggil oleh direktur Technology , dan ngobrol bersama HRD. Intinya aku dimarahin kenapa sampai aku keluar tanpa bilang apa2 ke dia. Dalam hati mau jawab “halooo… saya ini cuman pion kecil dibawah anda… so kenapa kudu lapor ke situ yaa?” **catat : dlm hati.** Betewe my direct boss is Senior Mgr.. jadi kenapa kudu lapor bapak direktur ya?? **garuk2 kepala

But I’m realize that my skill acknowledge by top management .. **besarkepala .. hehehe

Dia menawarkan beberapa opsi yang cukup aku terhenyak agar aku tetap stay di kantor, coz sebelumnya I didn’t expect it !! Semua sudah di urus dan aku tinggal melenggang keluar.

Honestly keputusan aku resign (dan diam dirumah) ditentang oleh orang tua dan misua. Karena posisi rumah di ujung gunung (bener2 Gunung… Kecamatan Gunung Putri) jauh dari mana2, aku yang gak bisa diem dirumah, membuat mereka kuatir aku bakalan stress kalo dirumah. Tapi yang membuat aku memutuskan untuk menerima offering dari kantor adalah pembicaraan dengan bapak “Sari, dimana imanmu? Kalau Tuhan mau kasih kamu momongan itu ya pasti kasih, mau apapun kondisimu!”  … rasanya **Jgeerrrr**

Intinya di pembicaraan itu akhirnya tercapai solusi beberapa keputusan tentang promosi dan kenaikan gaji yang aku minta. Dimana SK (Surat Keputusan) aku terima hari H my last day… xixixixi

You know mengurus pembatalan resign lebih susyeeeh daripada ngurus resignya **lapkeringet**

Well … akhirnya bulan September ini saya masih stay di kantor yang sama **for 6 years

I don’t know what GOD plan… But I know everything in HIS Hand… 🙂

 

Gusti mboten kurang jalaran … artine kalo Tuhan sudah punya kehendak tidak ada yang bisa menghalangi, Tuhan punya cara…

Hi

Well.. lama juga ya aku gak nulis di blog ini

Kenapa ya? **garuk2 kepala**

Jarak ke kantor makin jauh? Bogor-BSD ? … bukan juga

Kerjaan makin banyak? … Bukan

Gak ada bahan tulisan? …. Nggak aahh.. banyak kok sebenere

Mau apa lagi…mungkin krn kehidupan reality-ku cukup menguras tenaga dan konsentrasi… dan tidak konsistennya aku sbg blogger **mringis kecut

Apa perkembanganku? well krn blog ini kebanyakan ttg hoping baby… kuperjelas saat aku menulis ini aku BELUM hamil… (banyak comment yang menanyakan hal ini)… dan saat ini OFF dari semua program.

Bisa ditanyain kesemua orang yang pernah ikut program… semua itu rasanya capek, biaya besar.. Dan kami memutuskan OFF terlebih dahulu sambil mulai menata hidup kami kembali… selama ini kami hanya berfokus ke hoping baby, sehingga banyak aspek dr kehidupan pribadi kamu tidak maju.. Ini bakalan diceritain di posting selanjutnya.

Ada bagian comment bbrp orang yang cenderung menghakimi segala langkah dan keputusan yg kami ambil dalam tulisan  blog ini sehingga rasa malas menulis makin parah. Well itu adalah hak pribadi mereka untuk berpendapat, tapi mohon diingat blog ini adalah blog tempat curhat kami, lebih mirip tempat sampah yang pasti  lebih keliatan sisi jeleknya oleh para pembaca.. Juga hak kami untuk memutuskan langkah yang bisa kami ambil untuk diri kami. kami malahan berharap para pembaca belajar dari kesalahan kami.

Well spirit awal blog ini untuk berbagi
Dan saya akan tetap berbagi cerita 🙂