Renungan Sang Mempelai

Ini cerita Sari :

Setiap wanita mempunyai kisah dan ini kisah yang akan Sari dibagikan

Terima kasih Allah, untuk kelahiranku di dunia ini. Melalui perjuangan Ibu, aku dilahirkan 26 Agustus 1982 di Purwokerto

Terima kasih Allah telah menaruhku di keluarga ini..Ada Bapak, ada Ibu, Mbak Wiwi dan Dek Dodit.

Aku tahu keluargaku tidaklah sempurna…. Di sini ada duka, dan terkadang ada waktu2 yang sangat sulit kulalui …. Tapi semuanya itu Tuhan taruh dalam hidup-ku sehingga aku dapat mengerti artinya suka, mengerti artinya bahagia dan puas… Aku diberi orang tua yang terbaik dan yang terbaik yang Tuhan berikan padaku. Terima kasih Bapak & Ibu telah menerimaku apa adanya. Mereka orang tua terhebat yang aku pernah lihat….

Tak pernah bisa aku mengerti kebahagiaan saat ‘manis’ hidupku bila tidak pernah merasakan ‘pahit dan tawar’ kehidupanku juga.

Ibu dan Bapak mendidikku dengan cara mereka : mengasihi, menjaga, dan mendidikku dengan kelembutan dan ketegasan. Ada waktu untuk membelai, namun ada juga waktu untuk keras, semua pada saat yang tepat, yang membuatku menjadi pribadi yang takut akan Tuhan, yang tegas, yang pintar dan menjadi seperti ini. Betapa mereka bersabar menghadapi aku yang keras kepala&emosional. Aku tidak mungkin bisa seperti ini tanpa didikan Ibu & Bapak. Terima kasih Tuhan untuk keluargaku ini.

Ini kisahku yang aku tulis untuk hari Pernikahanku, 29 Desember 2007.

Kali ini aku akan cerita bagaimana menemukan ‘tulang rusuk’ yang Tuhan sediakan untuk aku.

Aku berkenalan mas Mulyo (ini panggilanku, walaupun keluarganya memanggilnya Widhi) di awal perkuliahan sekitar September 2000, kita sama-sama mahasiswa Elektro ank’2000 …. Oooo orang Semarang tho? .. just it .. just say Hello… Aku mengenalnya .. hanya mengenal!!! Maklum lain pergaulan dan group kami berbeda ….

Semester demi semester kulalui .. aku benar2 belajar dan bersosialisasi… Aku melayani di Perkantas Salatiga itu pengalaman yang menjadi bagian hidupku …. Membentuk karakter-ku di dalam Tuhan Yesus Kristus. Belajar melayani Tuhan juga di situ…

Memasuki semester akhir aku mulai mengambil mayor kuliah Telekomunikasi dan tanpa disangka kami sama2 mangambil mayor yang sama …Saat itu aku mulai banyak bertemu tapi belum dekat

Cerita di mulai dari pengambilan Mata kuliah Praktikum dimana kami diharuskan berpasangan membentuk group. Saat itu tiba2 partner praktikumku tidak jadi mengambil kuliah tersebut.. padahal satu hari lagi final pembentukan group….. Bener dech waktu itu aku bingung banget.. … repot kalau gak dapat partner nich!!! Padahal semua temen2 yang kukenal masing2 sudah punya partner… Hari itu aku berpuasa dan berdoa “Tuhan berikan aku partner untuk praktikum”, malam harinya tiba2 ada SMS masuk .. ternyata mas Mulyo yang SMS dan ajak aku jadi partner praktikum … Ooooh Saat itu betul2 ku ingat.. Tuhan Engkau mendengar doa-ku!! Gimana tdk bersyukur … Aku tau kalo Mulyo itu lumayan encer, pasti dia jadi partner praktikum yang baik.

Akhirnya dari partner praktikum itu aku makin mengenal dia dengan dekat, di tambah lagi saat itu STNK motorku hilang jadi aku tidak bisa membawa motor. … Padahal aku terkenal sebagai perempuan yang sangat madiri, semua dikerjakan sendiri. Alhasil tiap Praktikum dia menjemput dan mengantar-ku…. Oia.. dia juga sangat rela mengantarku bila aku mau persekutuan (padahal saat itu aku bisa yakin dia tidak punya maksud khusus padaku… bener gak mas?)

Aku mengenalnya pertama biasa aja, … oia aku juga kagum dia orang yang lucu…rajin … dan suara kerasnya itu…ha5x .. dia juga lumayan cerewet .. beda ama aku yang ‘malas’ banyak omong.

Singkat cerita setelah mengenal dekat selama 6 bulan akhirnya aku belajar untuk mendoakan dia sebagai calon pasangan hidup-ku (saat itu aku doain tiga orang kandidat).. Aku mulai mendoakan setelah aku dapat sinyal dari Allah “ Sari, ini saatnya kamu mencari pasangan hidupmu”. Padahal saat itu aku merasa belum membutuhkannya, “Tuhan, aku masih mau sendiri”. Akhirnya aku taat dengan mendoakan semua kandidat yang ada, dan salah satunya adalah mas Mulyo. Waktu itu criteria orang yang aku doakan gak neko-neko, cuman 3 hal :

  1. Dia adalah anak Tuhan
  2. Dia melengkapi aku
  3. Kami berdua satu pikiran untuk masa depan

Satu pedoman yang aku pegang, yang aku dapat dari kakak rohani-ku, pesan buatku jika mau mencari PHku :

  1. Mengertilah akan dirimu sendiri, sebelum kamu mencari orang yang kamu butuhkan untuk hidup-mu” …. Dan …..
  2. “ Carilah pasangan hidup-mu setelah kamu dapat menikmati arti hidup-mu untuk masyarakat dan Allah”

Saat mencari pasangan, aku anggap itu sangat sangat serius, karena pasangan yang aku cari untuk menghabiskan seumur hidupku..coba bandingkan : (asumsi umur manusia 75th)

21 thn hidup menjomblo … 3 thn pacaran….. 51thn status menikah … = 75 thn

Soooo kalo cari pacar itu berarti cari kandidat orang yang akan menemani ¾ waktu hidup-mu (51 thn booo), sampai ajal menjemput …. Itu bukan hal yang main2

Tuhan, berikan aku kebijaksanaan sehingga aku dapat memilih tidak menuruti kata ‘mataku’ tidak menuruti nafsuku.. tidak mencari yang kuingini

tapi berikan aku mata sehingga aku dapat memilih seseorang yang aku butuhkan yang menolongku dan membimbingku agar aku dapat terus melayani Tuhan dan sesama.

Lewat proses 6 bulan berdoa sendiri (aku gak bilang2 .. jaim lagi!! He4x)…. Aku ingat bulan Januari 2004, Mas Mulyo menyatakan perasaan, dan kujawab : “ Aku berdoa dulu ya,… maaf aku tidak bisa menjawabnya sekarang”…..

Aku bergumul,”Tuhan apakah memang Dia yang menjadi pasangan hidupku?”. Terus terang aku belum mepunyai perasaan yang special. Akhirnya Tuhan menjawab semua doaku, Tuhan memperlihatkan mas Mulyo melengkapi aku, dan aku bisa menolong mas Mulyo. Dia bukan tipe ideal, tapi dia yang sangat berbeda dengan aku, adalah orang yang memang membutuhkan dan dibutuhkan oleh aku. Aku juga bertanya pada teman2 terdekatku dan juga teman2 rohaniku, karena mereka mengenal kami berdua. Bulan Maret 2004 aku berikan jawaban ‘IYA’ pada mas Mulyo.Tapi saat itu kami belum ada komitmen untuk menjalin hubungan.Aneh bukan!! Aku berkata pada Tuhan : “Bila jawaban Tuhan adalah mas Mulyo, tolong berikan perasaan kasih di hatiku sekarang ini” karena saat itu aku tidak mempunyai perasaan apapun.

Satu minggu setelahnya, aku memeriksakan diri ke dokter kandungan (memang beberapa bulan terakhir, aku mempunyai keluhan dibagian kandungan), waktu itu aku ditemani Ibu. Dari hasil pemeriksaan ternyata aku terkena penyakit Kista Endometrosis, kata dokter itu tidak berbahaya namun akan menghambat untuk mempunyai keturunan dan belum ada obat yang bisa menyembuhkan total, hanya meredam kista tersebut. Sebab dari penyakit itu juga belum diketahui secara pasti. Saat itu aku down dan benar2 sedih, semua yang mengenalku tahu betapa aku menyukai anak2, apalagi selama ini aku melayani di bagian siswa(remaja). Impian-ku adalah mempunyai bayi sendiri. Aku bertanya “Tuhan, kenapa ini kau berikan padaku??? Kenapa aku? Apa salahku?” Saat itu aku benar2 bingung,ego dan jati diriku sebagai wanita seakan runtuh “Apakah aku wanita sejati, bila aku tidak mempunyai keturunan!!”.

Dokter memberiku terapi obat (yang katanya akan berlangsung selama 6 bulan). Karena masalah ini, aku bicara dengan mas Mulyo untuk menarik jawaban-ku, karena aku kemungkinan tidak akan mempunyai anak, untuk apa berpacaran dan menikah???. Saat itu kami cukup bersitegang, mas Mulyo memberikan pengertiannya bahwa dia tetap menerima aku apa adanya. Tapi tetap sepertinya memang aku yang belum menerima diriku apa adanya. Aku belum menerima ini. Aku masih bertanya2 mengapa Tuhan begitu kejamnya memberikan ini padaku!!.

Karena masalah ini aku meminta mas Mul untuk mundur dan bergumul ulang. Tapi dia tidak mau dan tetap mengatakan hasil pergumulannya tetap sama yakni tetap bersama aku.

Saat itu aku sudah mulai berobat teratur, ternyata entah mengapa efek dari obat tersebut cukup berat, aku menjadi lemah, mudah capek, mual, tidak ada nafsu makan. Terkadang saat kambuh ada saatnya sampai berjalan dan bergerak sangat menyakitkan. Saat2 itu mas Mul selalu mendampingiku. Saat itu aku baru merasakan bahwa aku sangat membutuhkan seseorang pria dalam hidupku, Aku akhirnya mengerti ini adalah bagian rencana Tuhan, Allah menyuruhku untuk mencari pasangan hidup saat aku merasa belum mebutuhkannya, karena Allah tahu aku akan benar2 membutuhkannya, seperti saat ini.

Mas Mul juga memberikan pengertian bahwa tidak diperlukan melahirkan anak sendiri untuk menjadi wanita dan menjadi seorang Ibu. Ibu yang melahirkan anaknya sendiri juga terkadang tidak bisa menjadi Ibu yang baik. Menjadi seorang Ibu adalah sikap dan kasih yang ada di dalamnya. Mas Mul membangun harga diriku sebagai wanita. Mas Mul juga selalu memberikan pengharapan, bahwa didalam Yesus pasti ada harapan untuk semuanya. Dia mengingatkan bahwa aku selalu berdoa untuk setiap jawaban dan mengapa sekarang aku tidak berdoa dan berserah.

Akhirnya aku mengerti bahwa saat2 itu yang merupakan saat terberat karena ego dan kesombonganku diruntuhkan, aku mengerti saat itu Tuhan menunjukan kekuasaannya bahwa siapa Sari, walaupun hidup berkecukupan, otak yang cukup pintar, penampilan yang gak buruk2 amat, banyak teman, tubuh yang terlihat sehat dan kuat. Tapi bisa dengan mudahnya Tuhan patahkan, Tuhan meminta untuk aku tunduk, berserah hanya pada Yesus. Tidak ada lagi yang bisa menolong, dokter-pun tidak!!.

Dan bulan Mei 2004 kita bersepakat untuk mengambil komitmen satu sama lain dengan status pacaran…Aku hanya mengikuti jawaban Tuhan, walaupun mataku masih gelap melihat hari depan.

Proses berpacaran bukan lah waktu yang mudah… dari pribadi mandiri, kami belajar untuk bisa saling membagi beban .. mencoba memahami pribadi yang jauh berbeda … Berjuang untuk menjaga kekudusan kami berdua .. Itu bukan hal mudah … Tapi aku merasakan kuasa Tuhan yang bekerja sungguh2 luar biasa.

Saat aku sudah benar2 tunduk pada Allah dan berserah “ Tuhan, ini hidup-ku kuserahkan pada Engkau, terserah Tuhan mau apain”. Saat itu kista di rahimku, disarankan dokter untuk di operasi (yang berarti mengambil satu dari indung telurku), aku diminta untuk datang 1 minggu lagi untuk periksa, bila tetap besar maka akan di operasi, karena ukurannya sudah cukup besar hampir 5cm lebih, karena efek obat tidak sesuai harapan dokter. Aku hanya berdoa, bila memang ini rencana Tuhan aku berserah. Saat itu Ibu mendampingi terus dan memberi berbagai macam obat tradisional, dari buah merah, kunir putih, dll. Ibu juga selalu berdoa, aku tau semua yang tahu berdoa untuk aku. Dan aku sudah berdoa dalam posisi pasrah kepada Tuhan. Karena aku tetap percaya seperti yang difirmankannya: Tuhan mempunyai rencana yang indah untuk anakNya. Aku sudah beruntung dalam kondisi seperti ini, Tuhan masih menjaga hidupku, menjaga nafasku pula!.

Satu minggu kemudian, aku ke dokter kembali, dan ternyata kuasa Tuhan bekerja, hanya dalam waktu 1 minggu, Tuhan menghilangkan kista dalam rahimku, dan hanya berbentuk bekas saja, yah walaupun terus dipantau sampai sekarang agar tidak tumbuh kembali. Kuasa dan kasih Tuhan memang nyata dalam hidupku. Sari merasa Tuhan terlalu baik untuk Sari ini. Semua yang Tuhan jadikan benar2 sesuai rencanaNya dan tidak seorangpun manusia yang dapat mengubah rencanaNya.

Setelah 3 tahun berpacaran sambil mempersiapkan tujuan semula : Menikah,

Kami sama-sama berdiskusi arti keluarga yang akan kami bentuk, biarlah bila Allah memberi berkat berupa apapun, bila Allah memberikan kami anak, itu yang kami ingini,namun bila tidak diberikan anak itu adalah kehendak Allah. Yang terpenting adalah bagaimana kami berdua dapat membentuk keluarga yang dapat memuliakan Allah saja. Allah mempunyai Jalan untuk kami, dan kami percaya itu yang terbaik dan terindah untuk kami.

Akhirnya 1 Juni 2007 kami bertunangan….

Aku belajar untuk mengasihi keluarga mas Mulyo, mengenal lebih dekat. Mempersiapkan semua hal dalam pernikahan kami. Terus terang itu saat yang membingungkan karena aku tidak pernah melakukan hal2 seperti ini (jelaslah ini pernikahanku yang pertama dan harapannya juga menjadi yang terakhir lah..).

Inilah secuil dari kisahku, aku membuka diriku. Biarlah kisahku dapat memberi manfaat untuk orang lain. Bukan aku mau menyombongkan diri. Aku hanya ingin menceritakan anugerah yang Tuhan telah berikan dalam hidupku sampai sekarang ini.

Para hadirin, tolong kami melalui perkataan, teladan dan teguran anda, untuk kami dapat membangun rumah tangga kami. Kami tahu jalan yang dipakai Allah sangat banyak dan mungkin itu ada di antara para hadirin.

Terima kasih Tuhan untuk anugerahMu

Orang tua yang mendidik dan mendukungku

Kakak & Adek yang begitu mengasihiku

Mas Mulyo yang mendampingi hidupku

Teman-teman dan sanak saudara yang mengelilingiku

Keberadaan mereka mewujudkan KasihMu padaku

Jalan kami masih panjang,

hanya Allah yang dapat membimbing keluarga kami.

Sari ingin ucapkan selamat datang pada keluarga mas Mulyo, keluarga baruku, yang di Semarang, Salatiga,dll. Terimalah Sari apa adanya, dan biarlah kasih ada terus diantara kita.


Cerita Widhi:

Jan e aku tidak pintar untuk membuat suatu tulisan seperti ini, apalagi untuk dibagi – bagikan, lebih suka membaca paling suka baca komik….hihihihi…

Tetapi semoga aja cerita saya ini dapat memberikan manfaat bagi orang yang membacanya…

Sebelumnya saya minta maaf bila ada kata – kata yang menyakiti… AKU MEMANG BUKAN PUJANGGA, INILAH DIRIKU APA ADANYA…..

Pada suatu hari yang ke-17 bulan ke-11 dan tahun ke-82 lahirlah seorang anak laki-laki di suatu rumah sakit di kota Semarang,,,

Banyak yang telah terjadi dalam keluarga kami, baik suka maupun duka,,,

Sudah 25 tahun berlalu,,,

Saya tak pernah mengira bahwa saya menjadi “seperti ini”dan pada akhirnya aku akan menikah,,, dengan seorang wanita dari Purwokerto. Tapi aneh, dari Purwokerto kok “ora ngapak – ngapak”,,, bener2 aneh!!!

Sebenarnya cerita dimulai sejak awal kuliah di USKW, padahal aku dulu daftar UKSW Cuma iseng gara-gara diajak sama teman. aku kenal si dia dari “geng”ku pada semester awal. Kita dulu sih cuma kenalan biasa, belum ada perasaan apa-pun,,, tapi bisa dibilang cukup rutin aku sama gengku dolan ke kos si dia.

Tapi per”dolan”an itu mulai terhenti di semester ke-2, ya mungkin karena kita punya kesibukan sendiri – sendiri ( wah sok sibuk, padahal isine dolan thok…!!! ). Padahal aku sempat naksir sama temannya,, hikz..hikz…

Mulai semester ke-sekian, kita mulai dekat lagi itupun gara-gara satu mata kuliah praktikum,, wajib ambil meneh,, Mata kuliah praktikum ini mengharuskan punya partner untuk bikin laporan. sebetulnya saat itu aku dah punya punya partner pokoke wis duwe rencana macam2. Tapi rencana tinggal rencana, pas jadwal praktikum keluar semua berubah. Aku sama partnerku tidak ada jam yang pas, yo wis mau tidak mau kami harus “bercerai”…( walah emang suami-istri!!!) aku langsung kebingungan buuaaanget,,,,

Terus aku eling kalau waktu itu si dia belum punya partner,, padahal aku penginnya cari partner cowok,,, yo ben gampang ngerjake praktikum. Tapi ya sudahlah daripada aku tidak punya partner, akhirnya malam harinya aku langsung SMS ke dia pake HP pertamaku lho!! (tapi sayang nomer hpnya sudah kobong… ) Aku bersyukur ternyata dia masih belum punya partner.. padahal besoknya ketemu temen cowok yang belum punya partner, nyesel juga tapi yo wis lah jalani saja hidup ini,, eh salah,, jalani saja mata kuliah ini..

Hari berganti hari, seiring waktu aku menjalani mata kuliah ini. Aku sering mengantar jemput dia saat akan dan setelah praktikum gara – gara STNK motornya hilang,,, tadinya sih antar jemput pas praktikum tapi lama – lama kok antar jemput untuk acara lain ( ojek kali yee,,, ) aku lupa kenapa ya kok bisa begitu ( sorry Sayang,, hehehe,, )

Gara – gara sering ketemu untuk bikin laporan praktikum, aku makin lama makin mengenal si dia. Ternyata dia itu orangnya cukup pendiam, pinter, dewasa bahkan bisa dibilang terlalu dewasa,, dan masih banyak lainnya. Tapi bisa disimpulkan cewek satu ini PERKASA,,, lha emange kuli bangunan,,,,hehehe,,,

Karena pertemuan yang intensif tersebut, dalam hati ini kok ada perasaan yang mengganjal (kesandung kali…??) tapi orang jaman dulu itu benar “Witing Tresna Jalaran Saking Kulina..”. Akhirnya pada suatu hari di bulan Januari aku memasang muka tembok dan hati baja (kok kaya GATOTKACA) untuk “menembak” dia. DOR!!!

Tapi dia tidak langsung menjawab.. “Ingin didokan dulu” katanya. Dan terlebih lagi katanya ada kandidat lain. HANCUR HATIKU..!!!! bener – bener tega dia membuat cowok menunggu,, hikz hikz… Dan akhirnya pada bulan Maret(lama juga ya), si dia menjawab IYA,,, “yes” kataku dalam hatiku TAPI sebenernya aku bingung juga dan karena ada alasan yang cukup konyol (jangan bilang siapa-siapa ya Sayang… malu sih), kami tidak langsung jadian….

Akhirnya pada tanggal 7 Mei 2004 (kalo nda salah..) kami mendeklarasikan kalau kita PACARAN,,

Bulan – bulan pertama terasa sangat indah… sambil (agak) menyombongkan diri : “Aku Punya Pacar…” hehehehe,,,,,, Akan Tetapi, PACARAN ternyata tidak MUDAH..!!!!!

Kami mempunyai egoisme yang berbeda – beda, dulunya milikku adalah milikku sendiri sekarang sebagian milikku harus menjadi miliknya. Hikz..hikz.. sebagai contoh WAKTU…aku kan duwe GENG MOTOR eh salah kanca – kanca cedak….

Biasanya aku ama temen2 sering gunakan waktu untuk dolan eh saiki kok malah harus banyak waktu ama si DIA….

Kami merupakan ciptaan Tuhan yang berbeda, harus memahami pribadi yang berbeda. Ternyata WANITA adalah ciptaan Tuhan yang paling rumit,,,, (betul nda sih???)

Bayangkan saja, kami pernah beberapa kali hampir PUTUS…

Memang saat itu ada beberapa alasan kenapa si Dia minta putus…….

Tapi untungnya ada Tuhan di tengah – tengah hubungan kami. Sehingga akhirnya kami BERTUNANGAN pada tanggal 1 JUNI 2007 di bumi Puerto-Qerto eh salah PURWOKERTO, sebagai salah satu persiapan kami menuju jenjang pernikahan.

Tetapi Pertunangan tidak semerta – merta membuat hubungan kami menjadi mudah. Banyak juga perbedaan di antara kami dalam mempersiapan pernikahan. Bayangkan aja yang akan disatukan bukan saja KAMI BERDUA, tetapi juga KELUARGA BESAR kami berdua….. wis pokok e BINGUNG….

Tetapi kami tetap serahkan semua di tangan Tuhan,,,

DAN AKHIRNYA, kami akan menikah pada tanggal 29 Desember 2007 di PURWOKERTO dan kami berdua akan menatap hari esok bersama – sama….

Saya sangat mengucapkan syukur kepada Tuhan yang telah mempertemukan dan menyatukan kami…. dan selalu memberkati kami berdua dengan cara yang tak terduga…

Saya juga sangat berterimakasih kepada BAPAK dan IBU yang telah membesarkan saya dan selalu memberikan kasih sayangnya untuk saya sehingga saya dapat menjadi sekarang ini..

Juga untuk kedua adikku, RIA dan NIA, yang selalu mendukung mas Widhi…… ( sorri ya nek mas Widhi sering nakali RIA karo NIA,,,, masa kecil kurang bahagia,,, hehehehe…)

Juga untuk semua keluarga besar saya yang juga selalu mendukung saya…TERIMA KASIH buuuaangeeeet……..


Kami berdua saat ini special mengucapkan terima kasih untuk :

  1. Pdt. Daniel dan keluarga untuk pelayanan dan motivasi yang telah diberikan sehingga kami dapat membuat buku ini.
  2. Pdt. Maria Puspitasari yang terus mendampingi sejak pertunangan kami berdua.
  3. Orang tua kami yang berjerih lelah mempersiapkan hari bahagia ini, untuk kasih sayang dan didikan selama ini. Kami sayang kalian
  4. Saudara kami, Mbak Wiwi, Dodit, Nia dan Ria untuk dukungan dan senyum yang terus diberikan. Makasih banget untuk Ria dan Dodit yang ikut sibuk mempersiapkan semua pernikahan kami. Kalian adik ideal dech… :p
  5. Saudara-saudara Yoram Soeharno yang ikut memeriahkan acara kami berdua
  6. Kak Tri, kak Apolos, Kak Lilik, Kak Ita, Mbak Rina, dan Kak Fang-fang yang menjadi kakak rohani Sari selama tahunan, menjadi alat yang Tuhan pakai dalam hidup Sari.
  7. Teman-teman di persekutuan Perkantas Salatiga bagian Siswa, Adel., Kiyin, Theo, Debi, Ida, Felice, Syista, Inggita, Chris, Ricky, Anton dan banyak lagi yang tidak bisa disebutkan yang ikut membangun pribadi rohani dan mendukung Sari & Widhi, sejak awal pacaran sampai sekarang ini, kami mengasihi kalian semua.
  8. Mulyo’s Geng in UKSW : Hendra “Pronk”, Handy “Ateng”, Martinus, Aditya “Basuki”,Vaya “Freak”,Diduk, Joko, Deni and temen2 lainnya yang tak bisa disebutkan 1 / 1 terkhusus angkatan 2000 elektro UKSW.
  9. Teman-teman persekutuan di Jakarta, Kak Petrus, Kak Ita, K’Galuh dan lainnya yang tidak bisa disebutkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s