TTC : Laparoskopi

Lama gak update tentang usaha TCC-ku 😀

Minggu lalu saya menjalani operasi LO (Laparoskopi)…. Kenapa ?

Ini bagian dari TCC-ku, setelah sekian lama tidak pernah sekalipun hamil dan setelah dilakukan Inseminasi IUI 2x, dan masih tidak berhasil. Padahaalll… semua hasil Lab dan lain2 normal. Dokter menyarankan untuk LO sebelum ke step bayi tabung.

SO easy ? …..NOT… It’s takes 1 year before I do what Docter said.

Aku berdoa untuk Tuhan tunjukan langkah apa yang harus aku lakukan, karena LO-pun hanya saran “melihat” ada apa di dalam sono?

Dan Tuhan menunjukan bahwa memang harus operasi. Dan kami memutuskan operasi di RSIA Bunda menteng Jakarta, agar langsung dilakukan oleh Dr yang menyarankan Dr. Indra NC Anwar SpOG.

Operasi dilakukan 21 Mei 2013 09:00 WIB,

Persiapan :

  1. Mulai H-2 disarankan mengurangi/menghindari konsumsi makanan berserat (buah2an dan sayur2an atw daging), jadi makan bubur kecap, dan telur aja
  2. H-1 daftar di RS Inap.. pilih kelas dll, ini aku lakukan sekitar jam 5 sore, langsung diambil darah untuk prosedur standar persiapan operasi, dll. Juga pada hari yang sama ada interview dengan kepala perawat operasi, ttg history kesehatan, alergi obat2an dan bbrp tandatangan persetujuan operasi.Di sini masih bisa ha-ha-he-he

    Bersama Ibu Mertua

    Bersama Ibu Mertua

  3. Mulai puasa 8 jam sebelum jam operasi (puasa Total Makan&Minum). Usahakan istirahat secukupnya ya, biar badan fit.
  4. Pada pagi hari, mandi bersih (gak tau kapan lagi bisa mandi sendiri :p), kemudian 1 jam sebelum operasi dibawa dari kamar inap ke ruang operasi (sudah memakai baju operasi yg kayak kimono, tanpa pake dalaman apapun)

    IMG_2497

    Baju Operasi-nya “Batik”

  5. Masuk ke ruang persiapan operasi, boleh ditemani suami, dan mulai di infus. Ruang persiapan operasi spt ini :

    Kamar Persiapan Operasi

    Kamar Persiapan Operasi

Operasi :

Sayangnya gak boleh potret2 disini 😦 , padahal ruang operasinya kereeen lhoo, ada kayak lampu2 syuting, disini baru ktemu dengan dokter Indra (dokter yg handle aku), kemudian disuruh berbaring di kursi kecil (spt kursi di dokter kandungan, ada tempat kakiny, tp lebih sempit), disini udah berkumpul dokter Indra, kemudian 1 lg asisten dokter Indra, SpOG juga, dokter anestasi dan para perawat. Nah setelah ini aku gbs cerita krn udah fly duluan, cuman bertahan 5 menit sadar diruangan ini. (Bangun2 sudah ada di ruangan observasi).

Tp cerita suami, sekitar jam 11 dia dipanggil ke dalam, dan di tunjukan bbrp temuan dokter. Operasi selesai jam 12:00 WIB

Pasca Operasi :

Terbangun di bangunan suster yang panggil2 dan sudah di ruangan observasi, kemudian masih dalam pengaruh obat bius, samar liat suami, Ibu menjenguk satu persatu. Rasanya ? Ngantukk… gak berasa apa2, gak boleh bangun dan banyak gerak, kata suster takut Muntah & pusing (normal pasca operasi spt ini)

Sekitar jam 4 sore, Puji Tuhan semua normal (saya masih fly), dan dipindahkan dari ruang observasi ke ruang rawat inap.Dan setelah diperiksa sudah ada bunyi perut (pake stetoskop) dokter bilang sudah boleh minum &makan bubur. (Gak perlu tunggu kentut :p Inilah canggihnya jaman skrg 😀

Jadi saya melalui semuanya tanpa anomali apapun, hanya ternyata tubuhku sangat sensitif dengan obat jadi efek obat bius baru hilang sepenuhnya hari Jumat :p (3 hr fly)

Hari Rabu, 22 Mei 2013 siang hari sudah diperbolehkan pulang.. Horeeey…

Jadi Temuan dokter adalah :

  1. Ada miom seukuran 1-2 cm 2 buah, tapi ini tidak menghalangi pembuahan karena baru muncul dan posisinya bukan di jalur pembuahan
  2. Ada endometrosis tersebar dan level.2. Kenapa ini tidak tertangkap USG ? Ini yang masih jadi pertanyaan 😦
  3. Ada pelengketan di Indung telur kanan dan kiri.

Kemungkinan yang menghambat kehamilan menurut temuan dokter ada di no.2 & 3.  And I just say “Thanks JC, it’s founded”, selama 5 tahunn lebih kami bertanya2 dan ditemukan masalah ini membuat kami bersyukur, karena dokter sudah berusaha membersihkan semuannya. Dan saat ini saya menjalani terapi suntik Androlyn untuk mentutaskan endometrosis selama3 bulan, baru setelahnya kami bisa memulai program kembali.

Ditengah segala-galanya, saya bersyukur dukungan keluarga besar, orang tua, mertua yang sangat memperhatikan tanpa menuntut sedikitpun. Thanks all, You’re gift form GOD 🙂

Advertisements