Memilih teman ?

Terusik dan terpikirkan teruss

Sore 2 hari yang lalu di depan lobby kantor saat mau pulang kantor. Kami ada 4 cewek disitu menggerombol. Entah ada angin apa, tiba-tiba salah satunya ngomong “Aku tuh paling sebel dan gak mau temenan ama cewe!!, paling enak itu sama cowo enak diajak jalan” (yang mendengar adalah 3 orang teman perempuannya, salah satunya akuu) . Sedikit terhenyak, kupikir(catat:pikirankusendiri) selama ini mba itu sudah aku anggap teman, and no problem happen kok.

Memang cewe ini selama ini aku liat banyak gaul ama para lelaki.. well di kami itu wajar, lha di divisi teknik,banyakan mmg laki2 kok. Tapiii karena kebanyakan laki2 dan sedikit cewe itulah yang bikin cewe2 jadi “merasa” deket satu sama lain antar cewe.

Saya gak mau berburuk sangka, mungkin dia pernah punya masalah dengan temen cewe-nya atau apalaah.

Tapi sebagai wanita yang punya banyak sahabat cewe maupun cowo, perlu aku tegasin , semua pertemanan ada ENAK dan TIDAK ENAKNYA. Bukan Baik atau buruk, karena menurutku semua pertemanan itu semua baik.

Punya temen cowo :

  • Gak terlalu menjaga perasaaan, karena rata2 cuek in the bebek ^^
  • Enak diajak jalan, catt : banyak sopir
  • Ada yang jaga kalo lagi pergian jauh
  • Hati2 jangan sampe kebawa perasaan karena bisa2 jadi selingkuh (apalagi kalo curhat2an mendalam)
  • Siap2 digossipin punya hub spesial

Teman Wanita :

  • Bisa diajak curhat dan sedikit bisa mengerti posisi sebagai perempuan
  • Aman tidak akan ada gossip macam2
  • Bisa diajak shopping without complaining
  • Harus berhati2 menjaga ucapan, kalo ada yang miss harus cepat2 di bereskan, karena…. ** dendam itu gampang berkobar tuaan
  • Bisa timbul kompetisi, saingan apapun itu (awal dari rasa iri para wanita)

Semua ada ENAK dan tidak ENAKnya… tapi jangan pemilih, karena kamu tidak akan tau yang mana teman yang akan menjadi teman sejatimu. Jangan pikirkan orang lain berikan/perlakukan orang lain(read: teman) padamu. Tapi pikirkan dan lakukan apa yang bisa kau berikan pada temanmu.

Percayalah Istilah : “Siapa yang menabur, dia yang akan menuai” itu benarr, asalkan punya hati yang tulus.

Hati hangat karna kawan

Mari berteman !!

Mencari Rumah

Dulu gak pernah kepikiran kalo kami bakalan punya rumah di tahun pertama pernikahan kami, bahkan mobil di tahun ke-3 . Sama sekali gak nyangka!

Dulu cari rumah pertama dengan pertimbangan memudahkan dalam perjalan ke kantor naik motor.. yup naik motor selama 2 tahun untuk 80 km pulangpergi.. sounds crazy? .. Yes, we did!

Setelah kami punya mobil, mulai merasakan jauhnya dan MACETnya … actually it’s more crazy !! Theen…. tiba2 di tahun 2011, kantorku pindah dari area Jakarta Selatan ke BSD (rumah – kantor 50km) !! … Ditambah tekanan dari banyak acara keluarga, yang entah kebetulan atau tidak mostly berada di BSD dan tanggerang.

Yup… akhirnya hidup kami seperti nenek moyang kita dengan metode lahan berpindah dan nomaden. Selasa-Kamis kami tinggal di BSD, Jumat-Senin tinggal di Jatiasih. Dimana koper sampe kucel karena keseringan dipakai 1 tahun terakhr ini. Kalo dia bisa ngomong dia bakalan ngomong “Hellowww… gue itu barang buat liburan, bukan seharihari,I’m Quit” …Hihihihihi

Back to the topic, Finnaly we decide to move, oke dan kami mulai cari kontrakan, tapiiii berhubung di BSD ada seorang tante yang janda dan tinggal sendirian di rumah yang cukup besar, menjadikan kami dimarahi seantero keluarga (yess, I hv big BIG Family yang erat)  “ya harus nemenin tante yang sendirian doonk!!”. Jujur maraaahh benerr… helooo, saya memang masih berdua, tapi saya sudah berkeluarga, mau gimanapun kondisinya kami lebih enjoy di rumah yang merupakan milik kami sendiri (aka.milik sementara atau seterusnya).

AKhirnya karena kami tidak diperbolehkan kontrak, dan kami hanya transit di rumah tante 1-2hari/seminggu.–> Maksud dari hidup nomaden

Dan dengan cucurah keringat dan airmata (leeebaaayy dikiit .. tp bener..).. kami memutuskan mencari rumah (untuk dibeli) di BSD. Daann itu tidak mudaaah temaans, harga rumah di BSD 2x dari rumah di Jatiasih!! Dan dengan keukeuhnya misua tidak mau menjual rumah pertama kami (maksudnya biar utangan kita gak banyak2 amat, sampe sekarang jadi dilema). Jadilah kami mencari rumah yang murah tapi memuaskan di BSD.. itu susahnya! Dengan seleraku yang meningkat, maunya yang tanah min 150m, cluster, deket dari tol dan stasiun, de el el.**meringiskecut** Jadilah gak nemu2 tuh rumah

Jadi 2 bulan ini yang kami lakukan adalah mencari rumah di BSD dengan sibuknya sampe gak sempet update blog…**alesaaann**… so.. kalo ada info rumah di BSD.. we’re waiting it much..

Pelajaran yang bisa diambil, mencari rumah tidak untuk keperluan 1-5 tahun, tapi lihatlah sampai 10-25 tahun ke depan. Jika berasal dari keluarga besar (**yang erat) , carilah rumah deket2 area keluarga saja ya…