Gusti mboten kurang jalaran

Lama gak nulis di blog ini … hemm 1,5 bulaan kutinggalan.. **nyegirkuda

Kenapa gak nulis? karena many things ada dipikiranku yang bikin stress **catat: gak dilakuin

Blog ini mostly nulis tentang hoping baby, but actually many things happen in my real life.

Finnaly after 6 years bekerja kantoran.

Di mulai pada bulan Mei 2012, aku sebenernya sudah mengajukan resign ke atasan karena 2 alasan :

  1. Kondisi pekerjaan setelah merger yang berbeda… psstt ni membuat kami sekarang jadi the biggest CDMA operator in Indonesia :p  dan proses promosi yang selama 2 tahun gak ada kejelasan. Kantor jauhnyaa… Jatiasih – BSD hampir 50km 😦
  2. Keinginan untuk mencoba beristirahat full time demi hoping baby. Saya merasa kami sudah mencoba banyak hal, tapi belum juga di beri momongan. Padahal menurut dokter tidak ada masalah yang berarti.

Pada bulan Mei itu di jawab oleh atasan agar bersabar karena proses promosi sedang berjalan dan juga mempersiap orang yang bisa menggantikan pekerjaanku. Memang pekerjaan yang aku handle adalah seorang specialist technical di BSS yang mana memang sedikit orang yang mengerti karena memang yang diperlukan sedikit orang saja.

Bulan July, tetap tidak ada perubahan yang berarti membuat aku bulat mengirim surat pengunduran diri ke HRD (atasan sudah merasa tidak bisa menggoyangkan keputusanku lagi), setelah surat di terima HR, langsung aku mengurus tetek bengek lain spt pengembalian seragam, ID card, terminate nomer kantor. Pokoknya no way back. Bahkan udah makan2 farawell party.

H-3 from my last day, tiba2 dipanggil oleh direktur Technology , dan ngobrol bersama HRD. Intinya aku dimarahin kenapa sampai aku keluar tanpa bilang apa2 ke dia. Dalam hati mau jawab “halooo… saya ini cuman pion kecil dibawah anda… so kenapa kudu lapor ke situ yaa?” **catat : dlm hati.** Betewe my direct boss is Senior Mgr.. jadi kenapa kudu lapor bapak direktur ya?? **garuk2 kepala

But I’m realize that my skill acknowledge by top management .. **besarkepala .. hehehe

Dia menawarkan beberapa opsi yang cukup aku terhenyak agar aku tetap stay di kantor, coz sebelumnya I didn’t expect it !! Semua sudah di urus dan aku tinggal melenggang keluar.

Honestly keputusan aku resign (dan diam dirumah) ditentang oleh orang tua dan misua. Karena posisi rumah di ujung gunung (bener2 Gunung… Kecamatan Gunung Putri) jauh dari mana2, aku yang gak bisa diem dirumah, membuat mereka kuatir aku bakalan stress kalo dirumah. Tapi yang membuat aku memutuskan untuk menerima offering dari kantor adalah pembicaraan dengan bapak “Sari, dimana imanmu? Kalau Tuhan mau kasih kamu momongan itu ya pasti kasih, mau apapun kondisimu!”  … rasanya **Jgeerrrr**

Intinya di pembicaraan itu akhirnya tercapai solusi beberapa keputusan tentang promosi dan kenaikan gaji yang aku minta. Dimana SK (Surat Keputusan) aku terima hari H my last day… xixixixi

You know mengurus pembatalan resign lebih susyeeeh daripada ngurus resignya **lapkeringet**

Well … akhirnya bulan September ini saya masih stay di kantor yang sama **for 6 years

I don’t know what GOD plan… But I know everything in HIS Hand… 🙂

 

Gusti mboten kurang jalaran … artine kalo Tuhan sudah punya kehendak tidak ada yang bisa menghalangi, Tuhan punya cara…

Advertisements