Layanan Telephone Rumah sangat mengecewakan

Suueeer… emosi bangets kalo mengingat case ini..

Dari tanya kanan-kiri ternyata yang mengalami ini tidak hanya saya !! Ruaaar biasaaa…

Begini ceritanya : Pada bulan September 2010, saya curiga dengan tagihan Telephone rumah saya yang biasanya berkisar sekitar Rp.30-40rb melonjak menjadi Rp. 70-rb-an di bulan2 akhir. Akhirnya saya dan suami berpikir.. mungkin ada yang pakee yaa?? .. oke.. kita kunci aja telephonenya, dan menunggu tagihan berikutnya. Ternyata tagihan berikutnya masih tinggi pula… akhirnya kita tanya ke keluarga dan mba pembantu yang ada dirumah. Mereka tidak tahu menahu. Kemudian akhirnya November Akhir kami telp ke CS T*lkom, dan di informasikan bahwa kami ikut paket “bla..bla..bla” yang menjadikan ada minimal tagihan Rp.70rban. Gubrraaakk.. saat itu jujur kaget luar biasa, karena kami tidak pernah menyetujui hal tsb. Memang jika diingat waktu itu ada telp dari team Marketing T*lkom, yang menawarkan paket “bla..bla..bla..” tsb, namun dengan tegas, kami MENOLAKnya, karena kami jarang dirumah dan jarang menggunakan telephone rumah. Kami tidak memakai basa-basi.. kami bilang “TIDAK”. Dan apa hasilnya.. ternyata kami dimasukkan ke paket tsb tanpa konfirmasi dari kami pemilik …….. KAMI SUDAH DI TIPU ….

Akhirnya dengan amarah yang tidak bisa kami tutupi, kami minta berhenti dari paket tsb, dan dikembalikan ke paket normal. Dan dijawab oleh CS, bahwa proses penutupan memakan waktu 1 minggu. Akhirnya 2 minggu kemudian, kami telpon dan mengecek proses penutupan tersebut, dan dikatakan sudah ditutup dan tagihan bulan berikutnya akan kembali ke paket normal.

Welll… masa sih.. telpon sebanyak 4 kali dengan 2 kali terakhir dengan marah-marah dan minta pertanggung jawaban, tetap tidak ditanggapi ?.. akhirnya asumsi saya masalah sudah selesai dan bulan berikutnya akan kembali normal. Dan kami tidak memikirkan lagi dan mengikhlaskan kehilangan uang sekitar (Rp. 75rb-35rb) * 5 bulan = Rp.200rb yang seharusnya tidak kami bayar, karena kami tidak punya waktu ke kantornya untuk mengurus klaim tsb (untuk minta klaim kerugian harus dateng ke kantorny) dan juga malesss ktemu muka penipu2 tersebut.

Kemareeen… …sepulang liburan 04 January 2011, suami melakukan pembayaran listrik, air, telephone, dll via ebanking…. Eaaalaaaah… kok ya tagihan telephone rumah tetap Rp. 75rban… padahal telephone dikunci, rumah ditinggal selama 2 minggu lebih… masak ada pencuri telephone dateng???

Akhirnya suami telp ke CS-nya lagi minta konfirmasi.. dan taukah apa jawabannyaa???
CS : ” Bapak, permintaan penutupan paket tsb sedang dalam proses”
Saya : (Gubbraaakkkk) …
Suami : ” Memangnya penutupan paket tersebut butuh waktu berapa lama?”
CS : “Waktu maksimal penutupan 1 minggu pak” (dengan tenangnya)
Suami : ” Bisa dicek gak kapan saya minta ditutup paket ini?”
CS : ” Bisa … pak.. sebentar ya”
CS : ……………
CS : …………
CS : ” Permintaan penutupan paket bapak, pada tanggal 5 Desember 2010″
Suami : ” Berarti sampai sekarang sudah berapa lama?”
CS : ” 1 bulan .. pak”
Suami : ” Lalu ??”
CS : ” Baik.. pak.. akan kami proses kembali”
Saya&suami : Gubraaak… hati panas.. telinga mendessissss

Lalu marahlah saya mendengar itu semua… meledak saya. Karena saya merasa sangat..sangat..sangat dikecewakan oleh pihak T*lkom. Dan merasa menyayangkan.. perusahaan tsb sbg BUMN yang besar… bisa melakukan penipuan secara masal (karena banyak yang mengalami)… seperti ini.

Saat ini hak saya sebagai konsumen sudah dilanggar habis-habisan !!

Kalo di buat point :
1. Tanpa konfirmasi dari konsumen, memindahkan paket layanan telephone kami.(sehingga biaya yang kami bayar hampir 2kali lipat)
2. Tidak ada pemberitahuan paket yang kami miliki saat ini. (Operator Telekomunikasi saat ini untuk pelanggan pascabayar, akan mengirimi tagihan ke rumah dan detail informasinya)
3. Permintaan pelanggan untuk melakukan penutupan paket tersebut tidak ditanggapi… (berarti ini adalah bentuk pemerasan.. karena kami diharuskan membayar harga yang bukan pilihan kami)
4. Tidak bisa dilakukan klaim kerugian, jika tidak mendatangi gerainya. (lha ini yang dari pertama salah siapa.. dan yang harus repot ..siapa??). Waktu dan tenaga kami terbatas.. apalagi di kota besar spt Jakarta.. dari satu tempat ke tempat lain bisa makan berjam-jam.

Sekarang saya bingung … apakah :
1. saya tunggu proses penutupan ini dan membayar apa yang sebenarnya bukan kewajiban kita??
2. ataukah saya berhenti berlangganan T*lkom telephone rumah saja ya? tapi kalo mengingat biaya memasang waktu itu hampir setengah juta.. kok rasanya sayang… TAPI SAYA SUDAH MUAK DI TIPU spt ini.. ini sudah berjalan hampir setengah tahuuuun… tolooong…

Suuueeerr.. kupikir untuk perusahaan sekelas T*lkom… tidak akan melakukan kesalahan sebesar ini.
Well… BUMN ini milik negara… apakah negara kita sudah demikian bobroknya??
APA KATA DUNIA ….

NB : Tulisan Blog ini adalah bentuk curhat pribadi. Dan bukan untuk pencemaran nama baik pihak2 tertentu. Jika ada yang merasa tersinggung, silahkan introspeksi diri. Karena kritik adalah alat untuk membangun bukan??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s