Apa yang kau tabur, itu yang kau tuai

Sore ini baru aja aku dapat telepon dari orang yang cukup “tua” dan sudah makan asam garam kehidupan..

Beliau yang mengetahui seluruh perjalanan karierku menasehati anaknya ini nasehat yang paling tidak intinya adalah apa yang kamu tabur pasti akan kamu tuai… diperlukan tenaga dan waktu agar yang kamu tabur itu berbuah lebat!! Jadi jangan pernah kau tinggalkan ladangmu jika masa tuai belum datang. bekerja keraslah semaksimal mungkin agar ladang menguning…

Seringkali memang disadari atau tidak, setelah diperhadapkan dengan dunia nyata, kita tidak bisa menjalankan nasehat tersebut. Saat kita melihat ladang orang lain yang “hijau” kita meloncat dan meninggalkan ladang yang “stengah jadi” yang sudah kita kerjakan. Atau kita hanya terfokus dengan upah yang kita terima tapi tidak mengerjakan ladang dan menunggu buahnya.

Sekarang ini ketika kantor sedang sedikit goyang, rasanya aku harus mencari yang lain, bagaimana itu tidak mengganggu karena darimana uang untuk hidup jika sampai ada apa-apa. Tapi ternyata ada yang menasehati kalo selama kerjamu bagus dan menjadi terbagus.. kamu tidak akan apa-apa. Jangan kamu kuatir, orang-orang sekelilingmu tidak buta dengan hasil dan cara kerjamu. Jadi stay saja dulu ya..

Tuhan,… apakah ini petunjuk dari Engkau? Tuhan kemana Engkau akan mengiringku.. Tuhan aku bersedia kemanapun Tuhan mau bawa aku. Tapi mohon katakan bahwa ini adalah Engkau…