ASI untuk Lintang – (2) IMD

Tiba saat melahirkan setelah mempersiapkan amunisi yang saya rasa cukup ya.

Seperti saya sudah saya share di postingan sebelumnya, bahwa saya memilih RS yang pro-ASI, pro-IMD dan pro -rawat gabung.

IMD

Di RS.St.Carolus Gading Serpong ini, Operasi di lakukan 07:00 WIB saya memilih melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) walaupun saya melahirkan melalui Operasi Caessarian. Jadi setelah baby keluar, di bersihkan sekedarnya oleh suster (tangan baby tidak dibersihkan) agar baby bisa medeteksi puting/ASI ibunya. baby di taruh di dada ibu dari samping atas (krn bag perut ibu di tutupi dan masih proses pembersihan dan jahit. (selama proses IMD, team dokter masih bekerja di bagian bawah sana).

IMD Sesar

Proses IMD pada SC (Ilustrasi)

Proses ini memakan waktu sekitar 30 menit, dan sempat saya tertidur krn pusing dan lemas (saya sangat sensitif dengan obat bius, walaupun yang di bius punggung kebawah). Baby di pegangi oleh salah satu suster yang khusus untuk proses IMD ini. Sebenarnya bayi tidak langsung di taruh di atas puting sang ibu,  tapi di biarkan mencari sendiri. Jujur selama proses IMD ini saya gak ngeh dan sempet semi pingsan(atau tertidur) saya cuman samar2 melihat lintang menangis di dada saya, dan jujur saya bingung… ini siapa, kok nangis gak berenti-berenti (balada ibu baru yang gak pernah pegang bayi sebelumnya),Tapi sebenarnya samar2 sempat membuat heboh team operasi dengan kondisi lemas saya. Suster teriak2 ke dokter “dokter, si ibu lemas dan pusing, dan kemudian mereka melakukan action apa saya lupa.

3 HARI PERTAMA di RS

Setelah pemulihan, saya di bawa ke ruang perawatan. Sempat bingung karena belum lihat baby. Lihat baby terakhir itu saat IMD. Tapi saat itu kondisi masih pengaruh obat bius jadi tidak bisa protest apapun ya.

Sekitar jam 14:00 baby dibawa ke ruangan dan langsung oleh suster di posisikan menyusui dengan tidur menyamping (posisi menyusui bagi ibu yang melahirkan melalui SC). Disini pertama kali menyusui Lintang, dan bantuan suster dan suami sangat membantu (dengan posisi tidur miring, punggung di sangga dengan bantal, dan di antara kaki diselipin bantal biar gak pegel), kenapa posisi ini penting? karena sbg ibu dengan ASI eksklusif itu bayi bisa dibilang all the time nempel di dada. (amazing banget). Puji Tuhan dari hari pertama saya sudah langsung lancar memberi ASI. Dan karena bayi ada di ruangan bersama saya, saya bebas mau menyusui kapanpun baby minta tanpa ada timer dll. ini faktor yang bantu sekali.

IMG_0627

Posisi menyusui bagi ibu dengan SC

IMG_0611

Box bayi jika sedang tidak menyusu disamping tempat tidur ibu

Bahkan PD saya sempat bengkak sampai kesakitan. di RS pada hari ke-2 sempat diminta kumpul bersama ibu2 lain yang melahirkan di RS itu untuk diberi informasi tentang ASI, menyusui dan merawat bayi oleh bidan disitu. bagus banget khaaan.. aku memang gak salah pilih RS deh. Dari 8 ibu2 yang baru melahirkan, hanya saya yang sudah keluar ASI-nya. padahal mereka ada yang anak ke-2/sampai ke-4 dan pernah ASI juga. Kalo mereka kebingungan karena gak keluar ASI-nya, saya malahan kesakitan karena kepenuhan ASI-nya. Hehehehe.. tapi oleh suster di bilang semua itu normal.rata2 baru keluar di hari ke-2/3 setelah melahirkan.

Di tahap ini bersyukur sekali karena ada proses IMD, suster dan dokter yang pro-ASI dan rawat gabung ibu &baby !

 

 

Advertisements

ASI untuk Lintang – (1)Persiapan

Selama hamil Lintang, mulai bulan ke-4 saya mulai baca-baca buku tentang parenting dan ASI. Karena saya KOMITMEN untuk memberi ASI Ekslusif untuk Lintang.

Sebenarnya sempat ragu krn takut gak bisa, apalagi dengan proses bayi tabung. Sempat bertanya-tanya apa bisa normal beri bayi ASI ya? khan ini program buatan dokter. Apa bisa otomatis keluar ya? Payudara saya kecil, apa bisa sampai 2 thn ya. Banyaaak pertanyaan2 yang keluar sebenarnya.

My preparation :

  1. Join group AIMI, baca2 dokumen disitu
  2. Ikut seminar EDUKASI MENYUSUI-1 bersama SUAMI
  3. Baca buku menyusui dan parenting
  4. Beli alat pumping dan printilannya (krn renc masih bekerja setelah melahirkan)

Saya join group AIMI teracuni bbrp teman kantor yang sudah senior dalam menyusui. Joinnya di facebook group ya, disitu banyak ilmu dan dengar cerita, sharing, pertanyaan dari ribuan anggota lain. Ini cukup membantu saat sedang menyusui, jadi masalah semasa menyusui tidak bikin bingung krn pernah baca masalah yang sama dan tau jawabannya.

Untuk mempertebal ilmu menyusui, saya (dan suami) ikut kelas edukasi menyusui-1, daaaan itu bener2 membantu, terutama suami, krn beliau cenderung cuek tapi mendukung. naaah ini krn beliau langsung ikut seminarnya jadi ikut berperan aktif selama masa menyusui. Dia adalah best supporter yang bikin menyusui Lintang berhasil sampai 2tahun (bahkan lebih).

Ada juga buku2 yang (sangat) membantu sebagai ibu baru, yaitu BABY BOOKS by William Sears & martha Sears (dalam satu paket ada 5 buku). Ini komplit dari masa hamil, melahirkan, sampai parenting usia 2 th. TOP banget ini buku krn udah aku baca semua dan di buktikan semua sesuai lho.

Dan yang terpenting menyiapkan CIRCLE SUPPORTER yang terdiri dari suami, orang tua, dan mertua karena mereka adalah orang terdekat selama masa menyusui nantinya. Jadi apa yang saya dapat dari seminar buku dll, saya komunikasikan dengan mereka jadi mereka TAHU dan MENGERTI menyusui di jaman sekarang (krn ada perbedaan style, yang mana kita harus memilih yang mana dengan bijak). ini memperkuat mental saya, dan tidak memperlemah dengan komentar atau saran2 mereka yang tidak sesuai dengan pilihan saya. PUJI TUHAN I have the best SUPPORTER selama masa menyusui.

Kemudian saya mensugesti diri bahwa SAYA PASTI BISA MENYUSUI !

 

 

VAKUM

Hi… sudah lama saya vakum dari menulis. (Januari 2016 – Juli 2018)

Karena menulis buat saya terapi jiwa, dan mencurahkan apa yang ada di pikiran ini.

Penting buat saya untuk membagi hal2 yang positif pada pembaca, krn blog ini OPEN for all readers.

Dan jika saya sedang merasa negatif saya tidak akan menulis disini, saya berkomitmen untuk bersinar terang, yang it’s means… membawa hal baik pada para pembaca saya.

Thanks anyway yang tetap contact saya selama saya vakum ini!

Thanks to RS. St.Carolus summerecon Serpong

Kami mengucapkan terima kasih buat pelayanan dari RS St Carolus, buat dokter Maria SpOG, dr. ivone Yuyu SpA, para bidan dan suster di sana.

Kami sangat terkesan dengan support ASI dan keramahannya.. 

 

kami bersama dr.maria SpOG

 
kami memilih RS buat kelahiran Lintang bukan asal saja. Buat kami berikut kriteria pemilihan RS buat kelahiran Lintang

  1. Kami memilih rumah sakit dengan peralatan yang lengkap, termasuk ada ICU dan NICU (ICU untuk bayi).  Well… It’s my first experience … Segala hal bisa terjadi, we just prepare everythings
  2.  rumah sakit khusus Ibu & anak biar saat periksa atau rawat inap tidak terlalu tercampur dengan virus penyakit lain.
  3. Tenaga medis yang ahli.. Well dengan program yg kami jalani , kami tidak berani main2. Bahkan kami mencoba kontrol ke hampir semua dokter di RS ini
  4. Rumah sakit yang support IMD dan ASI… Lebih khusus RS yang support 11langkah menyusui. Termasuk room in dengan bayi (bayi satu kamar dengan ibu) …  Penting banget (akan aku post tersendiri)  
  5. Well… RS dengan harga yang masuk budget kami 😅… Pentiiing buuuk… Mo bayar pake daun emangnya.. Hihihi
  6. Dekat dengan rumah.. Must be niiih

 

malam sebelum operasi SC

  

room in with the baby

 

My precious gift … Lintang K A

My baby girl is launched 🎊 at 25 November 2015, 07:46 WIB @RS St.Carolus Summerecon Gading Serpong

  
Kami beri nama “Lintang” yang berarti bintang dalam bahasa jawa. Dia akan menjadi bintang dalam keluarga kami, anak pertama yang kami nantikan hampir 8thn, cucu pertama dari keluarga besar kami berdua!!

Puji Tuhan… Allah memang designer hidup yang sempurna.. Semua datang dan terjadi ada maksud dibaliknya. Aku belajar bahwa apapun terjadi dalam hidup ini, semua harus dijalani dengan sukacita, dan taat sepenuhnya (read: dalam suka atau duka)

Hadirnya Lintang, membuat aku tau arti “jantung hatiku” … She is my precious ones. 

Tuhan … Terima kasih …. 

Tuhan … Terima kasih …

Tuhan … Terima kasih …

Ajarku menjadi seorang Ibu yang terbaik seperti yang Engkau mau

Ajarku menjadi teladan buat hidup Lintang..  Seperti yang Engkau mau

Terima kasih Tuhan 😊😊

SAYA HAMIL

AKHIRNYA SAYA BERHASIL HAMIL melalui proses Bayi Tabung di RS ABDI WALUYO dengan Dr. Karel dan team..
Saat ini kami adalah pasangan yang sudah menikah 7 tahun dengan usia suami 32th dan istri 32th, tanpa pernah mengalami kehamilan. Sudah dilakukan terapi sejak awal menikah (>1 thn), 2 kali inseminasi di BIC Morula (dengan Dr.Indra), 1x Laparoskopi (waktu itu dengan Dr.Indra untuk melihat/mengecek “ada masalah apa sih”?”). Namun masalah oleh dokter dianggap Unexplained Infertility, walopun 10thn lalu saya pernah mengalami Endometrosis, namun sudah di tidak dideteksi lagi. Namun 3 thn terakhir dari pihak suami mengalami penurunan terus menerus, sampai di akhir th 2014 dibilang dokter suami kena OligoTeratozoosperma, dengan posisi yang normal hanya 3%.

Karena kami sama2 anak satu2nya yang sudah menikah, jadi bisa dibilang kehadiran cucu sangat di tunggu oleh orang tua kedua belah pihak. Jadi apakah kalian bisa bayangkan seperti apa perasaan kami semua saat dinyatakan “HAMIL” ? … …

Buatku pribadi rasanya seperti mimpi & sulit percaya. Apalagi kehamilan ini , dilalui tanpa morning sickness ataupun acara ngidam ^^… setiap bangun tidur, yang aku lakukan meraba perut sendiri… ooo besaaar 🙂 … Dan di bulan ke-9 ini hamper kelahiran masih terbengong-bengong liat layar USG setiap pemeriksaan … hehehehe. Dan suka parno sendiri dalam kehamilan ini, termasuk gak berani share di blogku ini.

Jadi mohon maaf ,…. kalo kami baru berani woro2 di blog ini menjelang kelahiran si dekbay…. HPL saya 3 Desember 2015, dan karena SOP dari Bayi Tabung di haruskan kelahiran melalui Operasi Caesar maka kami memilih tanggal 25 November (hamil week 39) ini sebagai hari istimewa ini.

Dan hari ini baru saya berani memposting tulisan2 ini di blog ini (**sudah jadi draft sejak awal hamil sebenarnya)

Proses bayi tabung

Saya sharingkan proses Bayi Tabung (BT) kami, semoga memberikan gambaran dan menolong teman2 yang mencari info ttg semua ini.

Kami di vonis untuk melakukan BT, karena kami sudah melakukan semua tahap & cara (promil natural –> promil dokter –> inseminasi IUI –> operasi laparoskopi –> pijat –> akupuntur).
Persiapan 3 bulan sebelum BT , kami akupuntur 2x/minggu (suami istri), dan minum Juice tomat+wortel+Apel (+semangka untuk suami) setiap hari, makan banyak putih telur ayam kampung. Dan saya mengambil unpaid Leave dari kantor 3 bulan dari akhir Februari sampai akhir Mei ini.
Akhirnya kami memulai program dengan Dr.Karel pada akhir Januari 2015, dimulai dengan antibiotik selama 2-3minggu. Kemudian haid hari ke-3 pada siklus selanjutnya, 22 Februari datang untuk mulai program BT intinya (proses inti BT). Obat stimulus untuk istri semua obat minum (**dan tidak terlalu mahal) dan obat untuk suami.

Prosedurnya :

  1. Akhir Januari (siklus haid hari ke-2/3)- masa persiapan – “pembersihan”  rahim, dengan memberikan antibiotik (yang sangat banyak) selama 1 bulan kurang lebih
  2. Setelah antibiotik selesai, pada siklus haid selanjutnya pada hari ke 3 (22 Februari) mulailah program inti BT, yaitu pemberian obat penstimulus untuk memperbanyak sel telur untuk istri dan obat2 vitamin untuk suami (agar sperma baik). Karena ini program “semi natural” obat stimulus yang dipakai hanya obat minum saja (tidak ada suntikan), ini yang sangat menentukan biaya program BT.
  3. Setelah itu rutin check up  setiap minggu 1x, tapi mendekati masa subur di minta datang 2 hari sekali untuk mengukur diameter sel telur. ukuran dan kematangan sel telur menentukan tanggal OPU dan sperma pickup-nya.
  4. OPU & Sperma pick Up, tgl 11 Maret 2015 (suami cuti kerja, H-1 dan hari H, agar sperma bagus), saat OPU dapat 10 sel telur. Kemudian di proses di Lab untuk di temukan dengan Sperma (ICSI), kemudian dipantau perkembangan pembuahannya, di dapat embrio yang berkembang baik 8 embrio di hari ketiga setelah ICSI. (OPU : Ovum Pick Up , pengambilan sel telur)
  5. ET 14 Maret 2015 dengan dimasukan 3 embrio (**jumlah maksimal yang diperbolehkan). nginap bed rest di rumah sakit selama 2 hari (**sebenarnya hanya 1 hari, namun request pribadi nambah 1 hr biar yakin). Sedangkan 5 embrio lain di freezing. Puji Tuhan semua sangat dilancarkan. (ET : Embryo Transfer, memasukan embrio pilihan ke dalam Rahim istri)
  6. Bed Rest di rumah selama 1 minggu di tempat tidur. (**kegiatan kamar mandi tidak di tempat tidur karena kurang nyaman)… jadi bisa dibilang “banyak istirahat di kamar. Saya pikir tahap ini, tahap tangan Tuhan bekerja, dan kehendak Tuhan dinyatakan, apakah embrio bisa menempel atau tidak.
  7. H+7 perut saya membesar seperti orang hamil 6 bulan dan sesak napas. Telpon Dr.Sigit dibilangnya disuruh banyak minum air putih dan putih telur diperbanyak (sampai makan 6 putih telur ayam kampung/hari), karena indikasi mengalami OHSS ringan (krn sel telur saya sangat banyak). Disarankan bila sesak napas makin parah diminta ke RS langsung…….. Demi si baby saya tahan2. (OHSS : Over Hyper Stimulated Syndrom)
  8. H+14 (2minggu setelah ET), perut saya mulai mengecil dan sudah tidak sesak lagi, saat pembagian raport di bilang “belum kelihatan” dan diberi vitamin saja, diminta check 2 minggu lagi. Kami tidak disuruh test urine ataupun test pack (**ternyata di AW begini metodenya).
  9. H+24 kami iseng test pack (selama 2hr berturut2) dan hasilnya positif. …….Namun tidak berani senang …
  10. H+28 ternyata dokter Karel dan dokter Sigit tidak ada di tempat. Akhirnya konsultasi by phone dengan Dr.Sigit dan di suruh ke rumah sakit untuk suntik penguat (prolutan) –> belum USG dan belum check by dokter, hanya lapor hasil test pack aja.
  11. H+34 baru ketemu dokter Karel dan ditunjukan benar2 hamil dengan 1 janin dan sudah keliatan denyut jantungnya… Senangnyaaaa… :)… penantian 7 tahun kami akhirnya mulai terwujud

Adapun kami menghabiskan biaya sekitar 45jt (dari masa persiapan antibiotik, stimulus, OPU, ICSI, ET, rawat Inap, freezing embrio dan obat2an sampai dinyatakan hamil positif). Biaya yang cukup rendah dibandingkan dengan RS lain (melalui share antar pasien ^^ update : Awal 2015).
Kesempatan ini juga, saya dan suami mengucapkan Terima kasih  untuk team RS Abdi Waluyo, Dr. Karel (Opa), Dr. Sigit (asisten hebat dokter Karel), dr. Titiek (Lab) dan para bidan disana.. sangat ramah dan sabar… Buat kami, mereka perpanjangan tangan Tuhan yang menjawab doa-doa kami. I love them.
PS : Maaf bila postingan saya sangat panjang spt ini
Semoga share saya bisa memberi informasi dan kekuatan bagi teman2 TTC sekalian.

 

early pregnancy

Tuhan memberkati